Another story..
Melihat dan mendengar kejadian pagi ini, make me confused..
I hate it, once more pathetic story..
Muak, itu yang aku rasakan ketika ada seseorang yang mengata2i rekannya..
You’re soo lazy, sleeping always.. Kerja kalo ada majikan..
Astaghfirullah..
Aku, yang sering melihat apa yang terjadi dsekitarku
Sangat sedih dan “anyel”, knapa bisa orang seumuran itu bisa berkata demikian.
Kejam, jahat, pikirku..
Apa yang dia ucapkan tentang rekannya tidak benar..
Astaghfirullah..
Hatiku bertambah noda kebencian, melihat orang itu..
Always mengeluh.. Tak sesuai ucapan dengan perbuatan..
Hate it..
Its pathetic..
Once more..
Bertanya mengapa…
Aku melihat mereka yang mempunyai hati tulus pada orang-orang disekitarnya. Mereka bercakap, membantu dengan sikap yang baik. Aku bertanya mengapa..
Aku tidak bisa bersikap baik seperti mereka. Aku tak bisa mempunyai hati yang tulus seperti mereka. Aku bertanya mengapa..
Mengapa mereka yang dengan seenak hati tidak memperhatikan lingkungannya bisa mempunyai hati yang tulus dan sikap yang baik. Mengapa mereka yang mempunyai sedikit perhatian pada hal-hal kecil bisa mempunyai hati yang tulus dan sikap yang baik. Aku bertanya mengapa..
Mengapa aku yang melihat dan memperhatikan cenderung punyai hati yang tidak tulus dan sikap yang tidak baik. Adakah yang bisa memberi tahu jawabannya ketika aku bertanya mengapa..
Aku mencoba bersikap baik dan memberikan hati yang tulus, tetapi ketika ingat mengapa mereka aku menjadi bersikap tidak baik dan berat untuk memberikan hati dengan tulus..
Aku bertanya mengapa..
Lagi2 it’s pathetic for me
Alhamdulillah
Ya Rabb, alhamdulillah
Alhamdulillah atas segala kemudahan, nikmat, dan ujian yang Engkau anugrahkan untukku. Betapa aku menikmati segala kemudahan dan nikmat ketika Engkau mengujiku. Betapa aku bersyukur ketika Engkau mengujiku. Karena aku hanya ingat betapa mudah dan nikmat hidupku ini ketika aku Engkau uji. Astaghfirullah, ampuni aku Rabb
Ya Rabb, berkahilah aku, dan beri aku petunjuk yang lurus untuk sgala urusanku
Mencoba bertahan
Ya Rabb, sabar itu seperti apa
Ya Rabb, syukur itu seperti apa
Penuh.. tak bersela..
Pikir.. tak bermakna..
Jenuh.. tak sgera sirna..
Ya Rabb, beri hamba kesabaran
Ya Rabb, beri hamba kemampuan dan kemauan berikhtiar
The Day
Saudariku, ingatlah untuk selalu bersyukur dengan yang ada pada dirimu.. Hari itu akan segera datang.. Bersabar dan berusaha semampumu saja.. Permudah, jangan persulit.. Titik yang harus dilewati memang berat, tapi bersabarlah dan berusahalah..
Model Penilaian Kesiapan Knowledge Management
Fiuh.. mulai bingung nih.
Terinspirasi oleh tulisan yang dibuat oleh Jalaldeen dkk, pada 2009, aq mencoba melakukan penelitian tentang pengembangan model penilaian kesiapan KM. Bayanganku awalnya adalah dengan model itu bisa melihat kesiapan KM dengan mempertimbangkan faktor individu dan faktor organisasi. Pada bagian latar belakang aku menyampaikan pentingnya implementasi KM dalam organisasi. Perlunya penilaian kesiapan KM dalam rangka mencapai kesuksesan dalam implementasi KM. Kemudian perlunya menilai kesiapan dengan melihat faktor organisasi dan faktor individu, seperti rekomendasi Jalaldeen dkk.
Wuaaaa
(
Lalu aq bertanya kenapa aq mengembangkan model penilaian kesiapan, bukan mengukur kesiapan. Knapa???
Huehehe, kagak ada yang njawab yak ![]()
Dengan sebuah model kita bisa tahu bagaimana pengaruh faktor organisasi dan faktor individu terhadap kesiapan KM. Hiks2… Lalu kemudian definisi kesiapan KM apa dunk.. Yaa kalo bdasarkan model yang dikembangkan Jaladeen dkk. itu sikap reseptif untuk mengadopsi proses-proses KM. Nah kalo yang ini didukung Holt dkk., 2004 yang menyatakan “Readiness, the initial stage of introducing KM, would occur when the organizational members’ attitudes are such that they are receptive to forthcoming KM effort”.
Oh yeah??? Is it the answer? Don’t have any idea to explain…
Bismillah, ya Rabb, hamba mohon berilah hamba pemahaman akan hal ini.
Missing Link
Bismillahirrahmanirrahim
Apa yang Anda lakukan ketika apa yang Anda kerjakan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. Tetapi ketika Anda menyadari bahwa yang Anda kerjakan tidak tepat, kondisi Anda sudah letih mengerjakan apa yang harus dikerjakan?
Hari ini aku mendapat sedikit pemahaman lagi mengenai makna konseptual. Model konseptual penerimaan teknologi, memuat konsep atas faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan teknologi dalam sebuah organisasi. Tentu saja dalam hal ini, teknologi apa yang diuji telah dispesifikasikan jenis atau aplikasinya.
Kemudian, berkaitan dengan apa yang aku kerjakan, Model konseptual penilaian kesiapan KM, analogi dengan model konseptual penerimaan teknologi, seharusnya model tersebut memuat faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan KM dalam sebuah organisasi. Dan seharusnya spesifik berkenaan dengan KM yang mana nih. Aku baru mulai menyadari terdapat beberapa permasalahan atau pemahaman yang salah dariku mengenai apa yang aku kembangkan.
Saat ini aku mengembangkan sebuah model penilaian kesiapan KM yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Jalaldeen. Model yang dikembangkan memuat faktor organisasi dan faktor individu yang berpengaruh terhadap kesiapan KM. Lebih lengkapnya Jalaldeen menyebut kesiapan untuk adopsi proses KM, dimana kesiapan disini diartikan sikap reseptif untuk adopsi proses KM. Sedangkan aku memahaminya dengan kesiapan untuk menerapkan KM. Wuih, bpeluh-peluh nih.
Aku tidak menspesifikasikan implementasi KM seperti apa dalam penelitianku, tetapi hanya secara umum bertanya pada responden tentang persepsi manfaat yang bisa diperoleh dengan menerapkan KM dan persepsi kemudahan menerapkan KM. Nah, disini aku agak bahkan sangat kebingungan menterjemahkan. Karena aku ngga menspesifikasikan KM yang mana ato yang bagaimana dalam penelitianku. Hanya saja aku sedikit memberi penjelasan pada responden mengenai apa itu KM dan wujud implementasi KM. He2 meski penjelasanku mungkin sedikit dan belum pas.
Hanya saja saat ini aku berada di keletihan yang sangat mengerjakan penelitianku. Aku berharap usulan konsepku bisa diterima oleh pembimbing, dan tentu saja oleh para pengujiku. Pak Pembimbing dan Bapak/Ibu Penguji, diharap kemaklumannya ya . Mengingat kemampuan saya dalam memahami konsep masih lemah, semoga apa yang saya teliti bisadiperbaiki dikemudian hari. Semoga budaya “Learning from failure” berlaku.
Berharap bisa menyelesaikan draf secepatnya. Dalam proses pemantaban. Berusaha mengerjakan dengan jujur, meski banyak konsep yang masih ragu mengenai benar dan salahnya, bahkan cenderung salah . Ngga apa2 ya untuk sekarang, pendidikan adalah proses pembelajaranku. Aku dapat banyak hal dalam proses penelitianku. Smoga segera sidang n LULUS. Amin